Adjustment
(penyesuaian)
mempelajari perilaku dan
proses mental dengan menggunakan metode
ilmiah untuk memprediksi, mengontrol dan memahami sebuah fenomena secara global
atau menyeluruh.
A.
Understanding
the ME I know : the challenges of adjustment. The pressure points of life :
Identifying the challenges of everyday living.
Dalam hal ini berkaitan dengan teori johary window yang melihat mansia dari
beberapa aspek, diantaranya:
1. Saya tahu, orang lain tidak tahu.
2. Orang lain tidak tahu, saya tahu.
3. Saya tidak tahu, orang lain tidak tahu.
4. Saya tahu, orang lain tahu.
a) Tantangan untuk mengidentifikasi dan
memelihara ke-individualitas-an diri dalam lingkungan luas (dunia). Hal ini
terdapat dalam Kepribadian manusia menurut Allport
adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang
turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri
dengan lingkungannya.
b) Tantangan untuk memelihara kesehatan
fisik dan mental.
c) Tantangan untuk membentuk hubungan
dengan orang lain. ( kaitkan dgn psikologi sosial).
d) Tantangan untuk hidup dengan orang lain dalam masyarakat yang
kompleks.
B. Who Am I, and Where Am I going? : Identity and adjustment
Pusat
dalam studi tentang Adjustment
(Penyesuaian) adalah isu yang berhubungan dengan identitas. Arti dari identitas
sendiri menurut Withbourne,1986 adalah jumlah total generalisasi yang kita buat tentang diri kita sendiri berdasarkan pikiran, perasaan,
perilaku di masa lalu, dan kesadaran dari eksistensi kita sendiri sebagai
manusia. Berbicara siapa dan dimana saya
masukkan ke dalam teori Abraham Maslow, Hearki Kebutuhan ( Piramida) :
1. Kebutuhan Fisiologis
2. Kebutuhan rasa aman ( proteksi )
3. Kebutuhan Kasih sayang ( afeksi )
4. Kebutuhan dihargai ( self esteem & prestise )
5. Kebutuhan aktualisasi diri
Identity
• Dalam identitas terdiri
komponen-komponen didalamnya :
- Diri fisik, citra kita tentang aspek fisik dari tubuh kita.
- Diri sosial, terdiri dari berbagai peran yang kita mainkan dalam kehidupan sebagai bagian dari interaksi kita dengan orang lain ( Role Play ). Role playing atau bermain peran adalah sejenis permainan gerak yang didalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang (Jill Hadfield, 1986).
- Diri pandangan cermin, adalah refleksi dari diri sosial yang disediakan oleh masyarakat dan oleh lainnya khusus, individu yang signifikan yang mengisi dunia seseorang. jika kita ingin tahu bagaimana jujur atau dapat dipercaya atau bahagia kita sebenarnya, kita mungkin sakit keluar pendapat orang lain (Mead, 1934:Gergen, 1965)
- Diri pribadi, terdiri dari pengalaman terdalam bahwa kita mungkin atau mungkin tidak memilih untuk berbagi dengan orang lain. diri pribadi kita yang unik, terdiri dari pandangan kita tentang totallity keberadaan kita yang memungkinkan kita-dengan lebih atau kurang kemudahan untuk memenuhi challages bahwa kehidupan tempat sebelum kita.
Accepting
yourself for who you are : self-esteem
• Harga diri mengacu
pada penerimaan umum orang tentang diri mereka sendiri, atau sejauh mana mereka
melihat diri mereka sebagai individu yang berharga. salah satu komponen dari
harga diri adalah perasaan masyarakat self
efficacy, keyakinan bahwa mereka adalah kepribadian yang bertanggung jawab
dan dapat mengatur perilaku mereka sendiri, dan dengan demikian dapat membawa
hasil yang positif.
The
faces of adjustment : models of personality and human behavior
ada tiga model
utama - sistem ide-ide dan konsep yang saling terkait - digunakan untuk
menjelaskan perilaku dan kepribadian kita, himpunan karakteristik khas dan stabil yang membedakan kita
dari orang lain dan memberikan konsistensi dalam seluruh situasi perilaku kami yang berbeda.
model ini adalah model psikodinamik, model perilaku dan model humanistik.
The
Psychodynamic models
model psychodymanic
didasarkan pada keyakinan bahwa perilaku dibawa membeli kekuatan batin sadar di
mana seorang individu memiliki sedikit kontrol. model psychodinamic diwakili oleh teori psychoanalitic, yang dikembangkan oleh Freud.
Teori psikoanalitik freud ini menunjukkan kepribadian
yang memiliki tiga terpisah, meskipun berinteraksi, bagian: id, ego dan
superego. teori perkembangan psikoseksual menunjukkan bahwa orang bergerak
melalui serangkaian tahapan di mana fokus kesenangan bergeser ke bagian tubuh
yang berbeda. Terdapat beberapa
tahapan diantaranya:
a.
Tahap Oral
Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makan. Dua macam
aktivitas oral ini, yaitu menelan makanan dan mengigit, merupakan
prototipe bagi banyak ciri karakter yang berkembang di kemudian hari. Karena
tahap oral ini berlangsung pada saat bayi sama sekali tergantung pada ibunya
untuk memdapatkan makanan, pada saat dibuai, dirawat dan dilindungi dari
perasaan yang tidak menyenangkan, maka timbul perasaan-perasaan tergantung pada
masa ini. Frued berpendapat bahwa simtom ketergantungan yang paling ekstrem
adalah keinginan kembali ke dalam rahim.
b. Tahap Anal
Setelah makanan
dicernakan, maka sisa makanan menumpuk di ujung bawah dari usus dan secara
reflex akan dilepaskan keluar apabila tekanan pada otot lingkar dubur mencapai
taraf tertentu. Pada umur dua tahun anak mendapatkan pengalaman pertama yang
menentukan tentang pengaturan atas suatu impuls instingtual oleh pihak luar.
Pembiasaan akan kebersihan ini dapat mempunyai pengaruh yang sangat luas
terhadap pembentukan sifat-sifat dan nilai-nilai khusus. Sifat-sifat
kepribadian lain yang tak terbilang jumlahnya konon sumber akarnya terbentuk
dalam tahap anal.
c. Tahap Phalik
Selama tahap
perkembangan kepribadian ini yang menjadi pusat dinamika adalah
perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya
organ-organ genetikal. Kenikmatan masturbasi serta kehidupan fantasi anak yang
menyertai aktivitas auto-erotik membuka jalan bagi timbulnya kompleks
Oedipus. Freud memandang keberhasilan mengidentifikasikan kompleks
Oedipus sebagai salah satu temuan besarnya.
Freud mengasumsikan bahwa setiap orang secara inheren adalah biseksual,
setiap jenis tertarik pada anggota sejenis maupun pada anggota lawan jenis.
Asumsi tentang biseksualitas ini disokong oleh penelitian terhadap
kelenjar-kelenjar endokrin yang secara agak konklusif menunjukkan bahwa baik
hormon seks perempuan terdapat pada masing-masing jenis. Timbul dan
berkembangnya kompleks Oedipus dan kompleks kastrasi merupakan
peristiwa-peristiwa pokok selama masa phalik dan meninggalkan serangkaian bekas
dalam kepribadian.
d. Tahap Latensi
Masa ini adalah
periode tertahannya dorongan-dorongan seks agresif. Selama masa ini anak
mengembangkan kemampuannya bersublimasi ( seperti mengerjakan tugas-tugas
sekolah, bermain olah raga, dan kegiatan lainya). Tahapan latensi ini antara
usia 6-12 tahun (masa sekolah dasar).
e. Tahap
Genital
Kateksis-kateksis
dari masa-masa pragenital bersifat narsisistik. Hal ini berarti bahwa individu
mendapatkan kepuasan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri sedangkan
orang-orang lain dikateksis hanya karena membantu memberikan bentuk-bentuk tambahan
kenikmatan tubuh bagi anak. Selama masa adolesen, sebagian dari cinta diri atau
narsisisme ini disalurkan ke pilihan-pilihan objek yang sebenarnya.
Freud menyarankan bahwa perilaku diproduksi
sebagian oleh pikiran, emosi, dan keinginan berlabuh di alam bawah sadar,
bagian dari kepribadian individu yang tidak sadar.
Behavioral
models
Pendekatan
perilaku (behavioral) berfokus pada penghargaan lingkungan dan perilaku terbuka
masyarakat, bukan pikiran, perasaan dan motivasi mereka. Pendekatan perilaku (behaviorisme)
menyatakan bahwa model psikologis yang menunjukan bahwa perilaku yang dapat
diamati harus menjadi fokus penelitian, percaya bahwa perilaku yang dipengaruhi
terutama oleh faktor-faktor diluar individu.
3
jenis utama pembelajaran dalam behavioral models:
- Classical conditioning, dimana seseorang belajar merespon terhadap stimulus yang biasanya tidak membawa respon.
- Operant conditioning, dimana seseorang membuat respon kerna mereka telah belajar bahwa konsekuensi positif atau negatif yang diterima tergantung pada respon yang diberikan.
- Observational learning, mempelajari perilaku melalui pengamatan perilaku orang lain, di kenal juga dengan model.
The Humanistic models
Pendekatan humanistik
menekankan bahwa seseorang lahir dengan positif (+) dan memiliki kecendrungan
untuk terus berkembang dan mencapai tingkatan yang paling tinggi. Bahkan salah
satu tokoh dalam aliran humanistik Carl Rogers menyerankan seseorang harus
mencari sesuatu yang dapat membuat dirinya beperan seutuhnya (self-fulfillment).